Peryataan bahwa perayaan maulid Nabi adalah amalan bid'ah adalah peryataan sangat tidak tepat, karena bid'ah adalah sesuatu yang baru atau diada-adakan dalam Islam yang tidak ada landasan sama sekali dari Al-Qur'an dan as-Sunah. Adapun maulid walaupun suatu yang baru di dalam Islam akan tetapi memiliki landasan dari Al-Qur'an dan as-Sunah. Pada maulid Nabi di dalamnya banyak sekali nilai ketaatan, seperti: sikap syukur, membaca dan mendengarkan bacaan Al-Quran, bersodaqoh, mendengarkan mauidhoh hasanah atau menuntut ilmu, mendengarkan kembali sejarah dan keteladanan Nabi, dan membaca sholawat yang kesemuanya telah dimaklumi bersama bahwa hal tersebut sangat dianjurkan oleh agama dan ada dalilnya di dalam Al-Qur'an dan as-Sunah.
|
|
Baca Selengkapnya
|
|
Terkait dengan kekerasan atas nama agama yang terjadi di Pandeglang, Temanggung, dan Pasuruan, maka Syuriyah PBNU menyampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Menyatakan keprihatinan dan penyesalan yang mendalam atas kejadian-kejadian tersebut 2. Bahwa ajaran tentang kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang dianut Ahmadiyah tidak sejalan dengan akidah ahlussunnah wal jama'ah
|
|
Baca Selengkapnya
|
Selepas santri menamatkan studi di pondok pesantren kewajiban mereka tidak lantas lepas begitu saja. Lebih dari itu, tugas mereka semakin berat yakni mengamalkan ilmu yang telah diterima di pesantren. Sehingga pada titik itulah pentingnya santri perlu pembekalan ilmu haliyah (bermasyarakat). Demikian diungkapkan pengasuh pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, KH M Makmun Abdullah ZA yang dalam hal itu diwakili ketua pondok KH Mustamir Wildan. Menurutnya, ilmu haliyah yang diberikan kepada santri harus sejalan dengan ilmu agama yang diajarkan selama bertahun-tahun. “Ilmu bermasyarakat yang diberikan santri harus seimbang dengan ilmu agama. Sehingga, ilmu agama yang berupa Qur’an, Hadits, Tauhid, Fiqih, Ushul Fiqih, Nahwu dan Shorof yang akan mengcover akidah santri menjadi tetap lurus sesuai dengan koridornya. Sementara ilmu haliyah yang menjadikan santri mampu bertahan hidup di masyarakat,” ungkapnya saat ditemui NU Online di pesantren yang berada di desa Gemiring Lor, kecamatan Nalumsari, Kamis (07/4).
|
|
Baca Selengkapnya
|
Pada pertengahan Maret 2011 yang lalu, Pengurus Harian PCNU Jombang mengadakan rapat pengurus. Rapat tersebut menindaklanjuti surat edaran PWNU Jatim tentang pembentukan Aswaja Center di masing-masing PCNU. Dalam rapat tersebut disepakati pembentukan pengurus Aswaja Center Jombang. Ketua yang dipilih adalah Kiai Muhammad Maksum dan sekretaris Yusuf Suharto. Sedangkan KH Wazir Ali ditunjuk sebagai ketua atau Koordinator penelaah bersama KH Abd Kholik Hasan dan KH Mujib Adnan.
|
|
Baca Selengkapnya
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
|
Page 1 of 4 |