Fesban dan Ritual Keagamaan Semarakkan Haul Masyaikh Ponpes Cangaan

Pada Sabtu kemarin berlangsung acara haul Masyayikh Ponpes Cangaan Bangil. Acara yang berlangsung dua hari (7-8 September) itu berlangsung cukup meriah. Di hari pertama, panitia haul menyelenggarakan Festival Banjari (Fesban) Se-Kabupaten Pasuruan. Festival Banjari ini diikuti oleh tiga puluh peserta dari seluruh Kabupaten Pasuruan dan dimenangkan oleh grup Al-Ahbab sebagai juara pertama. Penyelenggaraan Festival Banjari ini juga didukung oleh IPNU dan IPPNU Ranting Gempeng.

“Festival Banjari ini kami selanggarakan untuk memeriahkan acara haul,” ujar Gus Abdul Hamid selaku ketua panitia.

Sementara pada hari kedua Rabu kemarin (8/9), rangkaian acara haul diisi dengan kegiatan yang bersifat ritual: seperti khotmil Qur’an, istighatsah, pembacaan tahlil, serta ceramah agama yang diisi oleh KH. Faisol Munir.

Di hari kedua acara cenderung berlangsung khidmat. “Tak seperti hari pertama, hari kedua ini memang kami khususkan untuk acara yang bersifat ritual,” ujar Gus Imam Kharomain, salah satu jajaran panitia yang juga ketua Rijalul Ansor Cabang Bangil.

Dalam rangka menyukseskan acara, jajaran panitia mengundang beberapa tokoh masyarakat Pasuruan. Tampak di antara para tokoh yang hadir adalah KH. Azkiya’, KH. Ali Ridlo, KH. Sobih Asrori, serta KH. Muhammad Kidul Dalem, Bangil. Sementara di jajaran para alumni tampak KH. Muhammad Faisol Anwar, salah satu keturunan Syaichona Kholil dan pengasuh Pondok Demangan Timur, Bangkalan.

“Iya. Beberapa alumni yang kebetulan menjadi tokoh ada yang hadir dan banyak pula yang berhalangan. Seperti HM. Sudiono Fauzan (Ketua DPRD Kab. Pasuruan), dan lain-lain,” ujar Gus Abdul Hamid.

Acara haul ini sendiri dilangsungkan rutin setiap tahun. Tahun ini sendiri memasuki tahun ketiga dilaksanakannya haul.

Ceramah yang diisi oleh KH. Faisol Munir juga tampak berlangsung khidmat. Dalam ceramah berdurasi kurang lebih satu jam itu Kiai Faisol menyampaikan tentang keberkahan orang-orang saleh. Terkadang, ujar beliau sembari mengutip Abdullah Al-Haddad, orang saleh itu memberkahi jika sudah meninggal. “Kiai Kholili Ali ini contohnya,” ujar Kiai Faisol, “beliau justru semakin memberkahi ketika beliau sudah meninggal.”

Para panitia sendiri juga berharap agar rangkaian acara haul ini bisa berlangsung istikamah rutin setiap tahun dan diharapkan mampu menjadi media bagi para alumni untuk mempererat tali silaturahim.

Kholili Kholil

Wakil Ketua LTN NU Bangil. Alumni Pesantren Lirboyo-Kediri. Saat ini mengajar di Pesantren Cangaan Pasuruan, Jawa Timur.

Related post