Gelar RTK ke 22, PMII Kompana Tumbuhkan Soliditas Kaderisasi

Bangil, NU Bangil Online

Bertempat di Madrasah Aliyah Riyadhul Ulum, Kidul Dalem, Bangil, Rapat Tahunan Komisariat (RTK) PMII Pancawahana Bangil ke 22 digelar selama dua hari, 14-15 (09/19) dengan mengusung tema “Melanjutkan Estafet Perjuangan sebagai Simbol Nyata Perubahan” sebagai ikhtiar penguatan aspek soliditas kaderisasinya untuk kepengurusan ke depan.

Rapat tahunan yang dihelat dalam rangka memilih sosok figur ketua baru sebagai penerus kepengurusan tersebut dihadiri oleh ketua umum PC PMII Pasuruan, Ainul Yakin, sahabat-sahabati dari komisariat se-Pasuruan, serta jajaran senior PMII Pancawahana.

Pada sesi sambutan, sahabat Khoirin selaku ketua Kompana demisioner, menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya terutama kepada panitia, pengurus komisariat, dan pengurus cabang yang telah ikhlas membantu terlaksananya acara RTK tersebut.

“Saya memohon maaf apabila selama kepengurusan kurang tersentuh dan kurang maksimal dalam menjalankan amanah dan dalam berkomitmen. Harapan saya, semoga periode selanjutnya bisa lebih baik daripada sebelumnya,” tandasnya.

Kegiatan tahunan yang merupakan wadah regenerasi kepengurusan ini berjalan lancar, meski membutuhkan waktu tambahan karena forum diskorsing beberapa jam. Akhirnya, secara demokratis, muncul nama Musyaffak yang terpilih sebagai ketua baru PMII Pancawarna Bangil, menggantikan Khoirin, ketua demisioner.

Dalam sambutannya, lelaki kelahiran Rembang, Pasuruan ini menyampaikan terima kasih terutama kepada para peserta RTK yang telah mempercayakan amanah kaderisasi PMII Kompana di pundaknya.

“Saya berharap semoga selama periode kepengurusan bisa melanjutkan gerakan-gerakan yang telah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya, dan bisa memberikan yang terbaik untuk Kompana,” imbuhnya.

Dengan terpilihnya ketua baru, kepengurusan PMII Kompana diharapkan mampu mengembangkan proses kaderisasi semaksimal mungkin. “Solidkan kepengurusan selanjutnya jangan sampai terpecah belah gara-gara permasalahan sepele,” ungkap Khoirin kepad NU Bangil Online.

Menurut lelaki kelahiran Kraton, Pasuruan ini, karakter kader memang berbeda-beda tiap generasi kepengurusan. Tetapi biasanya, mereka melihat keaktifan para pengurus, terutama ketua.

“Tentunya harus mengayomi dan sering-sering berdiskusi. Bukan hanya sekedar ngumpul ketika ada acara saja, lantas sehabis itu ditinggalkan. Mereka lebih menilai kita dalam segi yang tampak dari perilaku pengurus, bukan pemikiran atau teorinya saja,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, apa yang telah dilakukan semasa periode kepengurusannya, yang baik dipertahankan, dan yang buruk diperbaiki. “Maka, sebagai pengurus selanjutnya sering-sering lah tampak di hadapan para kader dengan tingkah laku dan pemikiran yang nyata,” imbuhnya. (vita/khusnul/bee)

LTNNU Bangil

LTN NU Bangil merupakan lembaga yang bertanggung jawab mempublikasikan kegiatan-kegiatan PCNU Bangil, mulai dari level kepengurusan cabang, lembaga, banom, wmc dan ranting.

Next Post

Memahami Tradisi Ater-ater Jenang Suro

Wed Sep 18 , 2019
Ater-ater, istilah ini sudah saya kenal sejak saya masih imut-imut. Dulu, walaupun anak laki-laki, saya tak lepas dari perintah Umik untuk “ater-ater” ke tetangga di beberapa waktu khusus, seperti awal dan akhir Ramadhan (maleman), 7 hari setelah Idul Fitri (kupatan), 3 hari setelah Idul Adha, 10 Muharram (suroan), rabu terakhir […]